SNBP Unila 2026: Ribuan Gugur, Rasio Masuk Prodi Favorit Tembus 1:90


PERS.NEWS – Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Lampung (Unila) memperlihatkan potret seleksi yang semakin ketat dengan ketimpangan antara jumlah pendaftar dan daya tampung.

Data Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) mencatat total 26.957 pendaftar, dengan jumlah pendaftar unik sebanyak 19.333 siswa. Dari angka tersebut, hanya 2.866 peserta yang diterima, menghasilkan rasio kelulusan sekitar 10,6 persen atau kurang dari 1 dari 10 pendaftar.

Ketua PMB Unila, Suripto Dwi Yuwono, menyebut tren peningkatan pendaftar terjadi secara konsisten, namun tidak diimbangi dengan peningkatan signifikan pada daya tampung jalur SNBP yang secara nasional dibatasi minimal 20 persen dari total kapasitas mahasiswa baru.

Dari sisi distribusi pendidikan, pendaftar didominasi lulusan SMA sebesar 65 persen, diikuti SMK dan MA. Pola ini berlanjut pada hasil seleksi, di mana 75 persen peserta yang diterima berasal dari SMA, 24 persen SMK, dan hanya 1 persen dari MA.

Secara geografis, dominasi pendaftar masih berasal dari Provinsi Lampung dengan persentase 80,86 persen. Namun, jika dilihat dari asal sekolah, sekitar 31,6 persen pendaftar berasal dari luar daerah, menunjukkan adanya penetrasi minat dari tingkat nasional.

Distribusi penerimaan juga menunjukkan konsentrasi yang tinggi di wilayah tertentu. Kota Bandar Lampung menyumbang 1.013 siswa diterima atau sekitar 35 persen dari total kelulusan. Sementara daerah lain seperti Lampung Tengah hanya 258 siswa dan Tulang Bawang 16 siswa, memperlihatkan disparitas yang cukup lebar.

Dari sisi program studi, tingkat keketatan tertinggi tercatat pada Program Studi Gizi dengan rasio 1:90, disusul Farmasi (1:38), Sistem Informasi (1:35), dan Kedokteran (1:21). Pada kelompok soshum, Manajemen menjadi yang paling kompetitif dengan rasio 1:27.

Sementara itu, dari aspek akses ekonomi, sebanyak 1.319 mahasiswa atau hampir 45 persen dari total yang diterima masuk dalam skema KIP Kuliah.

“Namun, data sementara menunjukkan baru 647 mahasiswa yang dinyatakan memenuhi syarat berdasarkan verifikasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN),” katanya saat konferensi pers pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026, di ruang sidang utama Rektorat, Selasa, 31 Maret 2026.

Sekretaris PMB Unila, Hero Satrian Arif, menjelaskan bahwa angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring pembaruan data dari pusat.

Secara keseluruhan, data SNBP 2026 Unila menunjukkan tiga kecenderungan utama: meningkatnya jumlah peminat, terbatasnya daya tampung, serta masih adanya ketimpangan akses berdasarkan wilayah dan latar belakang pendidikan.

Kondisi ini menegaskan bahwa jalur SNBP tidak hanya menjadi indikator kualitas akademik siswa, tetapi juga cerminan tantangan struktural dalam sistem pendidikan menuju pemerataan yang lebih luas. (*)