PERS.NEWS – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Universitas Lampung (Unila) tahun 2026 kembali diwarnai persaingan ketat. Dari total 40.721 peserta yang mendaftar, hanya 5.407 calon mahasiswa baru yang berhasil lolos seleksi.
Jumlah tersebut diumumkan langsung Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., dalam press release hasil SNBT Unila di Gedung Rektorat Unila, Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Prof. Suripto, meningkatnya jumlah peminat menunjukkan Unila masih menjadi salah satu perguruan tinggi favorit di Pulau Sumatera. Tahun ini jumlah pendaftar mengalami kenaikan sebesar 0,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kuota SNBT Unila sebanyak 5.580 kursi, sedangkan yang diterima sebanyak 5.407 peserta,” kata dia.
Di balik tingginya jumlah pendaftar, terdapat persaingan sengit pada sejumlah program studi unggulan. Pada kelompok Sains dan Teknologi (Saintek), Program Studi Gizi menjadi jurusan paling kompetitif dengan rasio keketatan mencapai 1:37.
Artinya, satu kursi di prodi tersebut diperebutkan oleh 37 peserta. Persaingan tinggi juga terjadi pada Farmasi dan Pendidikan Kedokteran yang sama-sama memiliki rasio 1:20.
Sementara pada kelompok Sosial dan Humaniora (Soshum), Program Studi Manajemen menjadi yang paling ketat dengan rasio 1:15, disusul Ilmu Komunikasi 1:12, dan Akuntansi 1:11.
Meski demikian, Program Studi Pendidikan Kedokteran masih menjadi jurusan dengan jumlah peminat terbanyak di kelompok saintek. Sebanyak 1.941 peserta memilih prodi tersebut, jauh melampaui daya tampung yang hanya 100 kursi.
Farmasi berada di posisi kedua (1.200), Gizi (738), Teknik Informatika (707), serta Teknik Sipil (648).
Di kelompok soshum, Program Studi Hukum kembali menjadi primadona dengan total 2.486 peminat. Selanjutnya Manajemen (1.582), Akuntansi (1.171), Ilmu Komunikasi (1.111), dan PGSD (1.049).
Salah satu hal yang mencuri perhatian tahun ini adalah tingginya minat terhadap Program Studi Bisnis Digital. Meski tergolong program studi baru, jurusan tersebut berhasil menarik 729 peminat dan masuk dalam daftar prodi favorit di Unila.
“Ada hal menarik di sini, pada Bisnis Digital ini merupakan prodi baru, namun mampu melampaui yang lain,” ujar Prof. Suripto.
Selain persaingan program studi, Unila juga mencatat tingginya partisipasi peserta penerima bantuan pendidikan. Dari total peserta yang lolos, sebanyak 2.209 mahasiswa atau sekitar 40,85 persen merupakan calon penerima KIP Kuliah.
Data SNBT 2026 juga memperlihatkan dominasi peserta asal Lampung. Sebanyak 78 persen peminat berasal dari Provinsi Lampung, sedangkan sisanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Barat, hingga Banten.
Kota Bandar Lampung tercatat menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak di Provinsi Lampung. “Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat lulusan SMA sederajat di ibu kota provinsi untuk melanjutkan pendidikan di Unila,” kata dia. (*)












