Pembentukan Majelis Salakan berangkat dari keinginan kolektif untuk terus mengabdi dan memberi kontribusi nyata bagi almamater serta masyarakat. Gagasan ini lahir dari diskusi alumni dan mendapat respons positif dari berbagai pihak.
Majelis Salakan dihadirkan sebagai forum kultural dan partisipatif yang bersifat inklusif, menjadi ruang sinergi yang cair dan berorientasi pada kemanfaatan bersama tanpa berbentuk organisasi formal. Forum ini diharapkan menjadi jembatan penghubung gagasan, potensi, dan sumber daya secara guyub dan kekeluargaan.
Sebagai rumah bersama, Majelis Salakan diharapkan memperkuat nilai kebersamaan, menjaga tradisi keilmuan dan keislaman, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Salah satu penggagas, Kiai Fathol Bari, menilai keterlibatan berbagai elemen menjadi kekuatan besar dalam membangun kolaborasi berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keikhlasan, kebersamaan, dan tradisi pesantren sebagai ruh gerakan.
Adapun tujuan Majelis Salakan meliputi penguatan partisipasi, pelestarian nilai pesantren, penghimpunan potensi, peningkatan kompetensi, serta penguatan jejaring silaturahmi.
Peresmian Majelis Salakan direncanakan pada Minggu, 17 Mei 2026, di MAN Surabaya dan akan diresmikan oleh pengasuh Pondok Pesantren An-Nuqayah daerah Lubangsa.
Dengan semangat kebersamaan, Majelis Salakan diharapkan menjadi wadah strategis untuk menyatukan potensi lintas generasi demi kemajuan Lubangsa.(Red)














