MEDAN|PERS.NEWS-Sejumlah warga di kawasan Medan Utara meliputi Belawan, Marelan, Labuhan, dan Medan Deli menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya laporan dugaan aksi pencurian dengan kekerasan dan penjambretan dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah warga mengaku merasa waswas saat beraktivitas, terutama pada malam hari.
“Sekarang kalau pulang kerja malam agak takut, jalanan sepi dan jarang terlihat patroli,” ujar Rudi, warga Marelan, saat ditemui, Senin (11/11).
Ungkapan serupa juga ramai disampaikan melalui media sosial. Warga berharap ada peningkatan pengawasan dan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan, seperti jalan utama, gang pemukiman, serta kawasan minim penerangan.
Warga Harapkan Respons Aparat dan Pemerintah
Beberapa warga mempertanyakan langkah antisipasi dari pihak terkait. Mereka berharap kepolisian dan pemerintah daerah segera memperkuat langkah pencegahan kejahatan di wilayah tersebut.
Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kota Medan, misalnya, menyampaikan imbauan agar aparat menindaklanjuti laporan masyarakat dengan cepat.
“Kami mengharapkan adanya peningkatan patroli dan koordinasi keamanan, serta menghidupkan kembali poskamling yang terintegrasi dengan aparat,” ujarnya.
Pihak Kepolisian Diminta Tanggapi Keluhan Warga
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait meningkatnya keluhan warga tersebut.
Namun, masyarakat berharap aparat kepolisian bersama pemerintah kota dapat segera meninjau kondisi di lapangan dan memastikan rasa aman bagi warga Medan Utara.
“Kami hanya ingin bisa beraktivitas dengan tenang,” kata seorang tokoh masyarakat di Belawan.
Harapan untuk Keamanan Kota
Warga berharap situasi keamanan di Medan Utara dapat segera pulih, dan kerja sama antara masyarakat serta aparat keamanan dapat ditingkatkan guna mencegah tindak kejahatan jalanan di masa mendatang.(Red)
Sumber :Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kota Medan













