Pemkab Labuhanbatu Tetapkan Desa Tebing Tinggi Pangkatan sebagai Kawasan Peternakan Sapi Potong

LABUHANBATU|PERS.NEWS– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu resmi menetapkan Desa Tebing Tinggi Pangkatan sebagai Kawasan Peternakan Sapi Potong berbasis Kelompok Tani Ternak (KTT), Kamis (4/6/2026). Kawasan seluas sekitar 10.000 meter persegi tersebut memiliki populasi sebanyak 2.721 ekor sapi dan diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru di daerah.

 

 

 

Penetapan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kawasan peternakan unggulan yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan peternak.

 

 

 

Populasi 2.721 Ekor Sapi

 

 

 

Sebelum penetapan dilakukan, tim verifikasi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara bersama Pemkab Labuhanbatu melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Hasil verifikasi menunjukkan Desa Tebing Tinggi Pangkatan memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

 

 

 

Desa tersebut dinilai memiliki kesiapan lahan, potensi sumber daya yang memadai, serta dukungan kuat dari masyarakat. Dari total populasi 2.721 ekor sapi potong yang ada, sebanyak 1.769 ekor merupakan indukan produktif.

 

 

 

Program ini menjadi bagian dari kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam pengembangan Kawasan Pertanian Komoditas Peternakan di wilayah provinsi.

 

 

 

Fokus pada Penguatan Rantai Nilai

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Labuhanbatu menegaskan bahwa pengembangan kawasan peternakan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah populasi ternak, tetapi juga pada penguatan rantai nilai secara menyeluruh.

 

 

 

Mulai dari penyediaan pakan, pembibitan, penggemukan, pengolahan hasil peternakan, hingga pemasaran akan dikembangkan secara terpadu.

 

 

 

“Sinergi antara Pemkab, Pemprov, Kelompok Tani Ternak, dan seluruh pemangku kepentingan harus berjalan optimal. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah ekonomi, serta daya saing daerah,” ujarnya.

 

 

 

Peluang Investasi melalui Integrasi Perkebunan dan Peternakan

 

 

 

Pengembangan kawasan ini juga mendukung konsep integrasi perkebunan dan peternakan yang dinilai memiliki prospek investasi menjanjikan di Kabupaten Labuhanbatu.

 

 

 

Dengan dukungan areal perkebunan yang luas dan posisi wilayah yang strategis, sektor peternakan diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

 

 

 

Dorong Inovasi dan Pengelolaan Modern

 

 

 

Pemkab Labuhanbatu turut mendorong penerapan berbagai inovasi dalam pengelolaan kawasan peternakan, antara lain melalui pengembangan pakan berbasis sumber daya lokal, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, serta penguatan kemitraan antara pemerintah, kelompok tani ternak, dunia usaha, dan lembaga keuangan.

 

 

 

Proses penetapan kawasan ini turut dihadiri Kepala Dinas Peternakan, Kepala Bappeda, DPMPTSP, Camat Pangkatan, Plt Kepala Desa Tebing Tinggi Pangkatan, jajaran Dinas Peternakan, serta anggota Kelompok Tani Ternak setempat.

 

 

 

Pemkab Labuhanbatu optimistis kolaborasi lintas sektor tersebut akan menjadikan Desa Tebing Tinggi Pangkatan sebagai percontohan kawasan peternakan modern di Sumatera Utara. Selain meningkatkan pendapatan peternak, program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(Arif)