PERS.NEWS – Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi Program Studi Magister Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan mutu akademik sekaligus memperkuat daya saing program studi di tingkat nasional.
Asesmen lapangan yang berlangsung di Ruang Sidang Gedung A FKIP Unila tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, M.T, dan menghadirkan dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), yakni Prof. Dr. Kartono, M.Si, dari Universitas Negeri Semarang serta Lahifatul Anwar, S.Si., M.Sc., Ph.D, dari Universitas Negeri Malang.
Kegiatan juga dihadiri Dekan FKIP Unila Dr. Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Pd., para kepala lembaga, wakil dekan, kepala unit penunjang akademik, Ketua Jurusan Pendidikan MIPA, Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Matematika, dosen, serta tim taskforce UPPS dan program studi.
Dalam sambutannya, Suripto Dwi Yuwono, mengatakan akreditasi bukan sekadar proses penilaian administratif, melainkan instrumen penting untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara menyeluruh.
Menurutnya, Unila terus berupaya meningkatkan mutu akademik melalui berbagai program penguatan tata kelola dan layanan pendidikan. Upaya tersebut tercermin dari peningkatan angka kelulusan tepat waktu mahasiswa yang terus menunjukkan tren positif.
“Rata-rata kelulusan tepat waktu program sarjana meningkat dari 51,2 persen pada tahun 2022 menjadi 53,15 persen pada tahun 2025. Sementara pada program magister, capaian kelulusan tepat waktu mencapai 49,27 persen pada tahun 2025,” ujar Suripto.
Ia menambahkan, FKIP Unila juga menunjukkan perkembangan yang membanggakan dalam bidang akreditasi. Dari 31 program studi yang dimiliki, sebanyak 16 program studi telah memperoleh predikat Unggul dan empat program studi berhasil meraih akreditasi internasional ASIIN.
Capaian tersebut, kata Suripto, menjadi bukti bahwa budaya mutu telah tumbuh kuat di lingkungan FKIP. Karena itu, Program Studi Magister Pendidikan Matematika diharapkan mampu melanjutkan tradisi prestasi tersebut melalui hasil asesmen yang optimal.
“Asesmen lapangan ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan berbagai capaian, inovasi, dan kontribusi program studi dalam mendukung pengembangan pendidikan matematika. Kami berharap hasil terbaik dapat diraih sehingga Program Studi Magister Pendidikan Matematika memperoleh akreditasi Unggul,” katanya.
Proses asesmen lapangan dilakukan melalui verifikasi dokumen, pendalaman data kinerja program studi, serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan. Penilaian tersebut mencakup aspek tata pamong, kualitas dosen, kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga capaian lulusan.
Bagi Unila, asesmen lapangan tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga momentum memperkuat kualitas tata kelola akademik dan mempercepat pencapaian visi universitas sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.
Dengan dukungan seluruh sivitas akademika, Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP Unila optimistis mampu meraih hasil terbaik dan semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu program studi unggulan di bidang pendidikan matematika. (*)













