Dari Generasi ke Generasi: Menelusuri Perjalanan Kepemimpinan KAMMI

JAKARTA — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) merupakan organisasi mahasiswa yang lahir di tengah momentum Reformasi 1998. Sejak dideklarasikan pada 29 Maret 1998 di Malang, KAMMI telah melalui berbagai fase kepemimpinan dan dinamika organisasi yang menjadi bagian dari perjalanan panjangnya hingga saat ini.

Dalam perjalanannya, kepemimpinan KAMMI terus berganti melalui mekanisme dan forum permusyawaratan organisasi. Sejumlah nama tercatat pernah memimpin Pengurus Pusat (PP) KAMMI dari masa ke masa, dimulai dari Fahri Hamzah sebagai deklarator sekaligus Ketua Umum pertama pada 1998, kemudian dilanjutkan oleh sejumlah tokoh hingga Ahmad Jundi Khalifatullah.

Dinamika kepemimpinan KAMMI tidak selalu berlangsung dalam situasi yang sama. Dalam beberapa periode, organisasi menghadapi dinamika internal yang kemudian diselesaikan melalui mekanisme organisasi. Sejarah KAMMI juga mencatat adanya pelaksanaan Musyawarah Luar Biasa (MLB) pada 2001, 2009, dan 2025.

Dinamika kembali terjadi pada 2025. Berdasarkan keputusan Majelis Permusyawaratan Pusat (MPP) KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah disebut mendapatkan sanksi skorsing sebanyak dua kali. Hal tersebut kemudian menjadi bagian dari proses organisasi yang berujung pada berakhirnya kepemimpinan Jundi sebagai Ketua Umum PP KAMMI.

Keputusan tersebut antara lain merujuk pada Surat MPP KAMMI Nomor 002/P/MPP-KAMMI/VI/2025 tentang skorsing Ketua Umum dan mekanisme penunjukan PJS yang dikeluarkan pada 10 Juni 2025, serta Surat Nomor 003/P/MPP-KAMMI/VIII/2025 mengenai perpanjangan skorsing.

Setelah itu, untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan hingga pelaksanaan muktamar, dilakukan rapat pleno yang kemudian menetapkan M. Amri Akbar sebagai Plt Ketua Umum PP KAMMI.

Kepemimpinan tersebut berlangsung hingga pelaksanaan Muktamar XIV KAMMI di Ambon, Maluku, pada 24–28 Juni 2026. Dalam forum permusyawaratan tersebut, M. Amri Akbar kemudian terpilih sebagai Ketua Umum PP KAMMI periode 2026–2028.

Perjalanan KAMMI sejak 1998 hingga saat ini menunjukkan bahwa dinamika kepemimpinan merupakan bagian dari kehidupan organisasi. Pergantian kepemimpinan, perbedaan pandangan, hingga persoalan internal pada akhirnya perlu dikembalikan kepada aturan, mekanisme, dan forum permusyawaratan organisasi.

Dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya, KAMMI terus bergerak mengikuti perkembangan zaman dengan tantangan yang berbeda di setiap periode. Namun, kesinambungan organisasi tetap menjadi bagian penting yang dijaga melalui mekanisme yang telah disepakati bersama.

Daftar Ketua Umum PP KAMMI dari Masa ke Masa

  1. Fahri Hamzah — Deklarator dan Ketua Umum KAMMI, 1998
  2. Fitra Arsil — 1999–2000
  3. Andi Rahmat — 2000–2001
  4. Akbar Zulfakar — 2001–2002
  5. Badarruddin — 2002–2003
  6. M. Hermawan — 2003–2004
  7. Yuli Widy Astono — 2004–2005
  8. Febriansyah — 2005–2006
  9. Taufik Amrullah — 2006–2008
  10. Rahman Toha — 2008–2009
  11. Rijalul Imam — 2009–2011
  12. Muhammad Ilyas — 2011–2013
  13. Andriyana — 2013–2015
  14. Kartika Nur Rakhman — 2015–2017
  15. Irfan Ahmad Fauzi — 2017–2019
  16. Elevan Yusmanto — 2019–2021
  17. Zaky Ahmad Riva’i — 2021–2023
  18. Ahmad Jundi Khalifatullah — 2024–2025
  19. Muhammad Amri Akbar — 2026–2028