LANGKAT|PERS.NEWS – Ketua Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Langkat Muhammad Risfan Pratama Daulay menaruh perhatian serius terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Langkat tahun 2025 yang baru saja dipaparkan dalam sidang paripurna DPRD.
Berdasarkan penjelasan Bupati Langkat pada 30 Maret 2026, IPM Kabupaten Langkat tercatat di angka 75,58.
Meski angka tersebut diklaim sebagai capaian positif, IPNU Langkat menilai realitanya berbanding terbalik jika melihat pemetaan wilayah di Sumatera Utara. Kabupaten Langkat justru tertahan di peringkat ke-18 dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut, 06/04/26.
Ketua PC IPNU Langkat menyatakan bahwa posisi ini sangat memprihatinkan. Mengingat secara geografis, Kabupaten Langkat merupakan penyangga ibu kota provinsi dengan jarak tempuh hanya sekitar 45 menit dari Kota Medan.
“Angka yang disampaikan Bupati menunjukkan bahwa kualitas hidup masyarakat kita belum merata. IPM adalah rapor nyata kualitas hidup. Semakin tinggi IPM, maka semakin baik kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakatnya. Berada di peringkat 18 bukan prestasi yang patut dibanggakan,” tegas Ketua IPNU Langkat.
Menurutnya, Bupati Langkat harus berani melakukan evaluasi total terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). IPNU menilai banyak OPD yang belum bekerja maksimal dalam menyentuh akar permasalahan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)
*TUNTUTAN KETERBUKAAN DAN EVALUASI*
IPNU Langkat menekankan bahwa kemajuan daerah tidak bisa dicapai dengan kerja-kerja seremonial belaka, melainkan harus ada budaya diskusi dan keterbukaan antara pemerintah dengan elemen masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa.
“Pemerintah dan masyarakat harus saling terhubung. Budaya pengelolaan potensi daerah harus hidup secara maksimal agar dampaknya terasa langsung oleh Masyarakat,” tambahnya.
Risfan Ketua PC IPNU Kabupaten Langkat juga mendesak agar:
• Pemerintah harus jujur mengakui bahwa posisi ke-18 adalah posisi yang rendah agar ada semangat untuk berbenah.
• Evaluasi kinerja Kepada BAPEDA Langkat Mengingat vitalnya peran untuk meningkatkan IPM melalui perencanaan strategis, penganggaran, koordinasi lintas sektor (pendidikan, kesehatan, ekonomi)di kabupaten Langkat, serta monitoring evaluasi. Kepala Bappeda Langkat harus memastikan program pembangunan selaras dengan RPJMD untuk meningkatkan komponen IPM—Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah, dan pengeluaran per kapita.
• Mendesak DPRD Kabupaten Langkat untuk mengawal evaluasi OPD yang program kerjanya tidak berdampak pada pembangunan SDM.
• Mengingat IPNU adalah basis pelajar, peningkatan sarana pendidikan menjadi poin krusial yang harus segera diperbaiki.
Sebagai bentuk keseriusan, PC IPNU Kabupaten Langkat berencana akan mengambil langkah-langkah strategis, termasuk melakukan aksi penyampaian pendapat secara terbuka guna memastikan tuntutan peningkatan kualitas IPM ini menjadi prioritas utama pemerintah Kabupaten Langkat ke depan.
(PR)













