PER.NEWS – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) mengangkat isu keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan integritas spiritual dalam gelaran Safari Ramadan 1447 Hijriah, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dekanat FMIPA ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga forum refleksi bagi sivitas akademika terkait peran ilmu pengetahuan dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Acara tersebut dihadiri Rektor Unila Lusmeilia Afriani, Ketua Senat Herpratiwi, serta Dekan FMIPA Heri Satria bersama jajaran pimpinan universitas dan fakultas.
Dekan FMIPA, Heri Satria, menegaskan bahwa penguatan nilai spiritual sejalan dengan arah pengembangan institusi yang tengah difokuskan melalui penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2024–2029. Dokumen tersebut, menurutnya, menjadi pijakan utama dalam mendorong FMIPA menuju fakultas berkelas dunia yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
“Renstra ini menjadi arah besar pengembangan fakultas, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam membangun nilai integritas dan tanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unila Lusmeilia Afriani menekankan bahwa Safari Ramadan harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Ia menyebut, momentum Ramadan penting untuk memperkuat keimanan sekaligus mengarahkan pemanfaatan ilmu pengetahuan agar berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan integritas spiritual agar ilmu yang dimiliki dapat digunakan secara profesional dan memberi manfaat luas,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Unila turut menyosialisasikan program penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan mahasiswa, mulai dari bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dukungan penyelesaian tugas akhir, hingga bantuan bagi mahasiswa terdampak bencana.
Program ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial di lingkungan kampus sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sivitas akademika.
Pada sesi inti, tausiah yang disampaikan Abdullah Kafy Hamdan mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum peningkatan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.
Ia menekankan bahwa kesalehan tidak hanya diukur dari ibadah individu, tetapi juga dari sejauh mana seseorang mampu berbagi dan memberi manfaat kepada orang lain.
“Ramadan adalah waktu untuk memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus memperkuat hubungan dengan sesama manusia,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, menandai komitmen sivitas akademika FMIPA Unila untuk terus mengintegrasikan nilai spiritual dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat. (*)













