TANJUNGBALAI|PERS.NEWS– Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Tanjungbalai menggelar Dzikir dan Doa Bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus kepedulian terhadap maraknya pemberitaan mengenai dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan khidmat di depan Polres Tanjungbalai ini diikuti puluhan mahasiswa dan pelajar dari berbagai organisasi, di antaranya KAMMI Daerah Tanjungbalai, HIMMAH, GEMAS Kota Tanjungbalai, Pemuda Berbicara, BEM STAI Al-Hikmah Tanjungbalai, serta PMII Komisariat Al-Hikmah. Dalam kegiatan tersebut, peserta bersama-sama memanjatkan dzikir dan doa agar anak-anak di Kota Tanjungbalai senantiasa memperoleh perlindungan, serta agar setiap proses penegakan hukum berjalan secara adil, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua IPNU Kota Tanjungbalai, Rizky, menegaskan bahwa Islam mengajarkan setiap anak merupakan amanah yang wajib dijaga kehormatan, keselamatan, dan masa depannya.
“Kami mengecam setiap dugaan tindak kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak. Apabila terbukti melalui proses hukum yang berkekuatan hukum tetap, pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tidak boleh ada ruang bagi siapa pun yang merusak masa depan anak-anak,” ujarnya.
Rizky juga menyampaikan dukungan kepada Polres Tanjungbalai agar terus menangani perkara yang berkaitan dengan anak secara profesional, transparan, objektif, dan berlandaskan hukum. Menurutnya, IPNU akan terus mengawal perkembangan penanganan perkara tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak, dengan tetap menghormati proses hukum dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Sementara itu, Ketua IPPNU Kota Tanjungbalai, Dea Damanik, mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, akhlak, adab, serta kepedulian sosial sebagai benteng dalam melindungi generasi muda.
“Kami berharap Kota Tanjungbalai kembali dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, adab, budaya, dan melahirkan generasi yang berakhlak mulia. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga moral masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Mari bersama-sama mengembalikan marwah Tanjungbalai sebagai kota yang religius dan ramah bagi anak,” katanya.
IPNU dan IPPNU juga mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mencegah segala bentuk kekerasan terhadap anak. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan akhlak, penguatan nilai-nilai keagamaan, peningkatan pengawasan sosial, serta tumbuhnya kepedulian bersama terhadap perlindungan anak.
Di akhir kegiatan, IPNU dan IPPNU menegaskan bahwa dzikir dan doa bersama bukan sekadar bentuk ikhtiar spiritual, tetapi juga menjadi komitmen moral untuk terus mengawal perlindungan anak, mendukung penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, serta mengajak seluruh masyarakat menjaga marwah Kota Tanjungbalai sebagai kota yang religius, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.(Red)













