Tuntut plasma 20 persen PT Torganda, PMII komandoi aksi ratusan warga Aek Korsik di kantor Bupati Labura

Labuhanbatu|-Pers.News|-Puluhan warga Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, yang tergabung dalam Koperasi Produsen Multi Pihak Aek Korsik Bersatu menggelar aksi di depan Kantor Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Kamis (10/9/2026).

Aksi tersebut dikomandoi langsung oleh Wakil Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumatera Utara, Ferry. Kehadiran PMII dalam aksi ini sebagai bentuk pendampingan terhadap perjuangan masyarakat dalam menuntut hak plasma.

Adapun sembilan poin tuntutan tersebut dibacakan langsung oleh Ketua PC PMII Labuhanbatu Raya, Riqi Iqtibar Siahaan.

Dalam orasinya, Ferry menegaskan aksi ini adalah soal keadilan bagi masyarakat.

“Kami dari PMII Sumut hadir mendampingi masyarakat Aek Korsik. Ini soal keadilan. Aturan sudah jelas, perusahaan wajib mengalokasikan 20 persen plasma dari HGU untuk masyarakat. Kami minta Bupati Labura memastikan itu terlaksana,” tegas Ferry selaku korlap aksi.

Berikut 3 tuntutan utama yang disampaikan massa:

1.Masyarakat Aek Korsik menuntut plasma minimal 20% dari luas HGU PT Torganda.

2.Mendesak Bupati Labuhanbatu Utara untuk memastikan perusahaan melaksanakan kewajiban plasma kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3.Mendesak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara untuk melakukan pendataan dan verifikasi secara terbuka terhadap perusahaan perkebunan yang memiliki kewajiban pembangunan dan pengelolaan kebun plasma bagi masyarakat.

Sementara itu, Riqi Iqtibar Siahaan menegaskan Pemkab Labura tidak boleh diam melihat persoalan ini.

“Kami meminta Pemkab Labura melakukan pengawasan terhadap perusahaan perkebunan, menertibkan persoalan lahan, serta mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan plasma,” ujar Riqi.

Massa juga menekankan agar pemerintah menyusun langkah penyelesaian yang jelas, terukur, dan menentukan target waktu penyelesaian sehingga persoalan perkebunan yang menyangkut hajat hidup masyarakat tidak berlarut-larut.

Pantauan di lokasi, massa yang awalnya berorasi di luar pagar kantor bupati ditemui Staf Ahli Bupati L br Gultom, Kasat Pol PP Singgih, Camat Aek Kuo Rusdi dan Wakapolsek Kualuh Hulu Iptu Sudibyo. Setelah dialog, massa akhirnya diperkenankan masuk ke halaman kantor bupati untuk menyampaikan aspirasi.(Red/R).