MEDAN|PERS.NEWS— Upaya menjaga kebersihan Kota Medan dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, tidak hanya pemerintah. Semangat gotong royong menjadi salah satu pendekatan yang didorong kader Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sumatera Utara, Suharis Prabudi, melalui kegiatan Aksi Sejuk, Resik dan Idaman (ASRI).
Kader TIDAR Sumatera Utara Suharis Prabudi bersama jajaran pengurus DPD Partai Gerindra Sumut saat mengikuti kegiatan Gerakan ASRI (Aksi Sejuk, Resik dan Idaman) di Kota Medan, Sabtu (27/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Bersama jajaran pengurus DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Suharis mendorong pelaksanaan kegiatan ASRI sebagai gerakan gotong royong untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan di Kota Medan.
Menurut Suharis, ASRI dirancang sebagai kegiatan yang dapat melibatkan masyarakat secara langsung dalam menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing. Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada aktivitas membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kepedulian dan kesadaran bersama mengenai pentingnya kebersihan kota.
“Sebagai kader TIDAR Sumut dan keluarga besar DPD Gerindra Sumut, kami tegak lurus dengan arahan Bapak Prabowo. Gotong royong adalah kekuatan kita. Melalui kegiatan ASRI ini, kami ingin Medan kembali menjadi kota yang asri sesuai namanya, bersih, sejuk, dan nyaman,” ujar Suharis Prabudi di Medan, Sabtu (27/9/2026).
Ia mengatakan, gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu momentum. Karena itu, kegiatan ASRI direncanakan menyasar sejumlah kecamatan di Kota Medan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kegiatan ini akan kami dorong secara rutin di setiap kecamatan. Kader Gerindra, TIDAR, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga dapat bersama-sama mengambil bagian dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Suharis menilai persoalan kebersihan perkotaan tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan. Menurut dia, partisipasi warga menjadi bagian penting karena kebersihan lingkungan juga berkaitan dengan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga ruang publik.
“Pak Prabowo mengajarkan kita untuk berbuat nyata, bukan hanya bicara. Medan bersih adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau lingkungan asri, warga sehat, kota bermartabat. Ini wujud pengabdian Gerindra untuk rakyat Medan,” ujar Suharis.
Ia menambahkan, kegiatan gotong royong juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara organisasi politik, masyarakat, dan berbagai kelompok di tingkat lingkungan.
Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung, kata Suharis, gerakan menjaga kebersihan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama.
“Yang paling penting adalah membangun kesadaran. Ketika masyarakat merasa memiliki lingkungan, maka menjaga kebersihan bukan lagi karena ada kegiatan atau instruksi, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari,” katanya.
DPD Partai Gerindra Sumatera Utara menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ASRI. Dukungan itu mencakup penguatan koordinasi struktur organisasi hingga tingkat ranting agar kegiatan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Gerakan tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sejuk, dan nyaman sekaligus memperkuat kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat perkotaan.
Suharis mengatakan, keberhasilan menjaga kebersihan Kota Medan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan bersih-bersih, tetapi juga oleh konsistensi seluruh pihak dalam menjaga lingkungan setelah kegiatan berlangsung.
“ASRI harus menjadi gerakan bersama. Kita ingin masyarakat tidak hanya datang membersihkan lingkungan, tetapi juga ikut menjaga agar lingkungan yang sudah bersih tetap terawat,” ujarnya.(Red)













