Dhani Lubis Apresiasi Tes Urine Seluruh Petugas Lapas Kelas IIA Binjai, Hasilnya Negatif Narkotika

BINJAI | PERS.NEWS— Aktivis mahasiswa Dhani Lubis mengapresiasi langkah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai yang melakukan tes urine terhadap seluruh petugas sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

 

Menurut Dhani, pemeriksaan tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat pengawasan internal sekaligus memastikan seluruh jajaran petugas memiliki integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

 

“Saya mengapresiasi langkah Lapas Kelas IIA Binjai yang melakukan tes urine terhadap seluruh jajarannya. Ini merupakan bentuk komitmen nyata bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya menyasar warga binaan, tetapi juga harus dimulai dari internal petugas,” ujar Dhani Lubis, Sabtu (12/9/2026).

 

Ia juga menilai keterlibatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara dalam pengawasan pemeriksaan penting untuk memastikan proses berjalan secara objektif, transparan, dan akuntabel.

 

Dalam pemeriksaan tersebut, seluruh pegawai, mulai dari pejabat struktural hingga petugas pelaksana, mengikuti tes urine. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel dinyatakan negatif narkotika.

 

Dhani menyebut hasil tersebut sebagai catatan positif sekaligus momentum bagi Lapas Kelas IIA Binjai untuk terus mempertahankan dan meningkatkan sistem pengawasan.

 

“Hasil negatif ini tentu menjadi catatan positif. Namun, pengawasan jangan berhenti pada tes urine saja. Pemeriksaan harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar potensi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika dapat dicegah sedini mungkin,” tegasnya.

 

Dhani turut mengapresiasi Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Mochamad Mukaffi, yang menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas.

 

Menurutnya, komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui pengawasan berlapis, pemeriksaan berkala, pembinaan terhadap petugas, serta tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran.

 

“Lapas harus menjadi benteng, bukan tempat berkembangnya praktik penyalahgunaan narkotika. Karena itu, integritas petugas menjadi kunci. Kami berharap langkah seperti ini terus dipertahankan dan menjadi budaya pengawasan di lingkungan pemasyarakatan,” katanya.

 

Dhani menambahkan, upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika membutuhkan sinergi antara jajaran pemasyarakatan, aparat penegak hukum, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat.

 

Ia berharap langkah Lapas Kelas IIA Binjai tersebut dapat menjadi contoh bahwa pemberantasan narkotika harus dilakukan secara konsisten dan transparan, dengan terlebih dahulu memperkuat integritas serta pengawasan internal.

 

“Kami mendukung setiap langkah positif yang bertujuan menciptakan Lapas yang aman, tertib, bersih, profesional, dan bebas dari narkoba,” pungkas Dhani Lubis.(Red)