Unila dan Pemkot Bandar Lampung Perluas Jejaring Global, Kroasia Buka Peluang Sister City


PERS.NEWS – Jejaring kerja sama internasional Universitas Lampung (Unila) dan Pemerintah Kota Bandar Lampung diperluas melalui pertemuan dengan delegasi akademisi dan perguruan tinggi dari berbagai negara.

Forum tersebut turut membuka peluang kerja sama antara Bandar Lampung dan Kroasia melalui gagasan hubungan kota kembar atau sister city.

Gagasan itu disampaikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Kroasia untuk Indonesia, Nebosja Koharovic, dalam jamuan makan malam di Gedung Semergou, Gedung Wali Kota Bandar Lampung, Rabu, 23 September 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemkot Bandar Lampung bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila tersebut merupakan bagian dari rangkaian Joint Summer School 2026, IICIS, dan Rapat Kerja Nasional Development Studies Association (DSA) yang berlangsung 22–26 September 2026.

Nebosja mengatakan, hubungan kerja sama dapat dikembangkan dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi.

“Kroasia sangat menantikan usulan kerja sama di masa depan dalam bentuk hubungan kota kembar (sister city) antara Kota Bandar Lampung dan salah satu kota di Kroasia,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (PKSI) Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., mengatakan rangkaian agenda tersebut menjadi ruang pertemuan akademisi dan peneliti dari dalam serta luar negeri.

Menurutnya, interaksi antarpeserta tidak hanya diarahkan pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang pengembangan kolaborasi lintas institusi.

“Ke depan, kami berharap kerja sama ini dapat terus berkesinambungan dan terjalin dengan baik,” kata Ayi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Duta Besar Kroasia dan para delegasi.

Iwan mengatakan Bandar Lampung memiliki potensi yang dapat dikembangkan dalam kerja sama dengan mitra internasional. Potensi tersebut mencakup industri pengolahan, perdagangan, jasa, serta sektor usaha kecil dan menengah.

Produk lokal seperti makanan, minuman, batik, tapis dan kerajinan juga menjadi bagian dari potensi daerah yang diperkenalkan kepada para delegasi.

“Kami berharap selama kegiatan ini berlangsung Yang Mulia Duta Besar dan seluruh peserta dapat merasakan keramahan masyarakat kami serta mengenal lebih dekat berbagai potensi Kota Bandar Lampung,” ujarnya.

Jamuan makan malam tersebut turut dihadiri Dekan FISIP Unila Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, pimpinan delegasi dari Kroasia, Singapura dan Filipina, Ketua DSA Indonesia Dr. Wilson M.A. Therik, S.E., M.Si., serta akademisi dan pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, Hong Kong dan sejumlah negara lainnya. (*)