LABUHANBATU|- Pers.News|-Ketua Harian (OKK) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Labuhanbatu, Ahmad Raja Pakpahan, S.H., mendesak Kapolres Labuhanbatu untuk segera menangkap pelaku dugaan penembakan dan penganiayaan terhadap masyarakat yang terjadi di PT Milano (Wilmar Group) Cabang Dua, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.
Ahmad Raja menegaskan, aksi kekerasan dengan senjata api terhadap masyarakat tidak bisa ditolerir. Menurutnya, ini adalah negara hukum dan tidak boleh ada yang main hakim sendiri.
“Kami desak Kapolres Labuhanbatu untuk segera menangkap pelaku yang diduga melakukan penembakan terhadap masyarakat di PT Milano Panai Tengah. Tidak boleh ada pembiaran, ini negara hukum,” tegas Ahmad Raja Pakpahan kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).
Ketua Harian (OKK) KNPI Labuhanbatu itu mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi bahwa dalam insiden di areal PT Milano (Wilmar Group) Cabang Dua tersebut, diduga terjadi aksi penembakan dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum yang diduga oknum Brimob.
“Informasinya ada masyarakat yang menjadi korban penembakan. Jika benar, ini sudah sangat keterlaluan dan berbahaya. Senjata api digunakan semena-mena untuk menakuti dan melukai rakyat,” ujarnya.
Ahmad Raja juga meminta Kapolda Sumatera Utara untuk ikut mengawasi kasus ini agar tidak ada upaya tutup-tutupi, mengingat pelaku diduga merupakan oknum aparat.
“Kami juga minta Kapolda Sumut untuk atensi kasus ini. Kami minta Kapolres Labuhanbatu bertindak cepat, tangkap pelakunya, proses secara hukum tanpa pandang bulu. Jangan sampai masyarakat Panai Tengah hidup dalam ketakutan,” tambahnya.
Ia menegaskan, KNPI Labuhanbatu akan berada di garda terdepan mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan keadilan bagi korban.
“Kami akan terus kawal kasus penembakan di PT Milano Panai Tengah ini. Polres Labuhanbatu harus segera bertindak. Tangkap pelakunya sekarang juga,” pungkas Ahmad Raja.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Milano (Wilmar Group) Cabang Dua Panai Tengah dan Polres Labuhanbatu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penembakan tersebut.(Red/R).













