MTQ ke-55 Ditutup, Wali Kota Eva Dwiana: Pembinaan Generasi Qurani Terus Berjalan


PERS.NEWS – Setelah empat hari berlangsung, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 tingkat Kota Bandar Lampung resmi berakhir. Namun, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan ada pekerjaan yang lebih panjang setelah panggung perlombaan ditutup, yakni memastikan pembinaan generasi Qurani terus berjalan.

Pesan tersebut disampaikan Eva melalui sambutan yang dibacakan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah saat penutupan MTQ ke-55 di Stadion Mini Way Dadi, Selasa malam, 29 September 2026. Deddy Amarullah hadir mewakili Eva Dwiana.

Dalam sambutannya, Eva menegaskan keberhasilan MTQ tidak cukup dilihat dari jumlah juara yang lahir dari berbagai cabang perlombaan. Menurutnya, MTQ harus memberi dampak terhadap peningkatan kualitas generasi muda dan kehidupan masyarakat.

“Keikutsertaan dalam MTQ bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk membumikan Alquran, meningkatkan kualitas generasi muda serta membangun masyarakat yang berakhlak mulia,” ujar Eva dalam sambutan yang dibacakan Deddy.

Eva mengatakan, pemerintah kota akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan kehidupan keagamaan. Potensi qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap Alquran perlu terus dikembangkan.

Menurutnya, pembinaan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Keluarga, sekolah, guru, ustaz dan ustazah, lembaga pendidikan dan keagamaan, hingga masyarakat memiliki peran dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi Qurani.

“Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Alquran, tetapi juga memiliki akhlakul karimah,” demikian pesan Eva.

Di sisi lain, Eva mengingatkan peserta bahwa kemenangan dalam perlombaan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Para juara diminta terus meningkatkan kemampuan, sedangkan peserta yang belum memperoleh juara diminta menjadikan pengalaman MTQ sebagai bagian dari proses belajar.

“Bagi peserta yang belum memperoleh juara, jangan berkecil hati,” kata Eva.

Ia juga menilai MTQ memiliki fungsi memperkuat hubungan sosial masyarakat. Pertemuan antarkafilah dari 20 kecamatan diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi meninggalkan hubungan silaturahmi dan persaudaraan yang tetap terjaga.

“Keberhasilan dalam sebuah kegiatan bukan hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana rangkaian kegiatan mampu mempererat silaturahmi dan memperkokoh persaudaraan,” ujarnya.

Eva menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MTQ ke-55, termasuk panitia LPTQ, dewan hakim, panitera, pembina dan pelatih, peserta, pendamping kafilah dari kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat. (**)