PERS.NEWS | Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Namun, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan bahwa kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, dan memahami Alquran tidak boleh berhenti di panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam, 26 September 2026. Menurutnya, tantangan utama setelah MTQ berlangsung adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.
Ia mengatakan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan siapa yang paling unggul dalam setiap cabang perlombaan. Kegiatan tersebut harus menjadi bagian dari ikhtiar membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, katanya, tema MTQ ke-55 adalah Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari, dinilai relevan dengan tujuan yang ingin dibangun pemerintah kota.
Ia menjelaskan, masyarakat berilmu bukan hanya masyarakat yang memiliki pengetahuan, tetapi juga masyarakat yang terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Sementara berakhlak berarti menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam bersikap.
Adapun cinta Alquran, kata Eva, tidak cukup diwujudkan dengan kemampuan membaca atau menghafalnya. Nilai tersebut harus dilanjutkan dengan memahami, mengamalkan, dan menjadikan ajaran Alquran sebagai pedoman kehidupan.
“Cinta Alquran berarti tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, mengamalkan dan menjadikan ajarannya sebagai pedoman dalam kehidupan,” katanya yang kesempatan itu didampingi Wakil Wali Kota Deddy Amarullah.
Menurut dia, pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar MTQ mampu menjawab kebutuhan pembinaan generasi muda di tengah perubahan sosial yang terus berkembang. Ia berharap lahir generasi Bandar Lampung yang memiliki kemampuan Alquran sekaligus karakter kuat, akhlak mulia, pengetahuan luas, dan kepedulian sosial.
Menurut Eva, kemenangan memang menjadi bagian dari tujuan perlombaan. Namun, ada nilai yang lebih penting, yakni membawa pulang pesan dan ajaran Alquran untuk diterapkan setelah MTQ berakhir.
“Menang dan menjadi juara tentu merupakan sebuah kebanggaan, tapi jauh lebih baik adalah bagaimana nilai-nilai Alquran yang kita pelajari dalam MTQ ini terus diamalkan setelah kegiatan ini berakhir,” ujarnya.
Sementara itu, tuan rumah MTQ sekaligus Camat Sukabumi Sahrial, S.Sos., M.M, mengatakan kegiatan MTQ ke-55 tingkat Kota Bandar Lampung tahun 2026 diikuti 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan se-Bandar Lampung.
Menurut dia, sebanyak 77 dewan hakim yang berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, dan pimpinan pondok pesantren dilibatkan untuk melakukan penilaian.
Ia mengatakan, pelaksanaan MTQ akan berlangsung pada 26-29 September 2026. Sementara, panitia katanya juga telah menyiapkan sembilan mimbar yang digunakan untuk berbagai cabang perlombaan. (***)













