Jelang Konferda PA GMNI, DPD GMNI Sumut Tegaskan: Regenerasi Harga Mati, Alumni Harus Jaga Marwah Ideologi Marhaenisme

Medan|-Pers.News|-Konferensi Daerah Persatuan Alumni GMNI Sumatera Utara yang digelar Sabtu (7/11/2026), bukan sekadar ajang ganti pengurus. DPD GMNI Sumatera Utara menegaskan, Konferda ini harus menjadi momentum konsolidasi, regenerasi, dan penentuan arah perjuangan Marhaenis di Sumatera Utara.

DPD GMNI Sumut memandang regenerasi sebagai kebutuhan mutlak organisasi. Pengalaman, pengabdian, dan keteladanan para senior adalah fondasi sejarah yang wajib dihormati. Namun, ruang kepemimpinan juga harus dibuka bagi generasi alumni berikutnya.

“Regenerasi bukan berarti memutus sejarah, melainkan memastikan nilai dan perjuangan organisasi terus diwariskan lintas generasi. Kalau tidak ada regenerasi, organisasi akan berhenti dan mati,” tegas pernyataan DPD GMNI Sumut, Kamis (6/11/2026).

Sebagai organisasi kader, GMNI berharap PA GMNI Sumatera Utara membangun sinergitas yang lebih konkret dengan kader aktif. Hubungan itu tidak cukup hanya diwujudkan melalui pertemuan seremonial, tetapi harus diterjemahkan melalui forum komunikasi rutin, pendidikan ideologi bersama, pendampingan kepemimpinan kader, serta kolaborasi dalam agenda kerakyatan seperti reforma agraria, penguatan desa, kemaritiman, pendidikan, dan pemberantasan narkotika.

DPD GMNI Sumut juga menegaskan soal tanggung jawab dalam membawa identitas dan simbol organisasi, termasuk logo GMNI. Logo GMNI bukan sekadar atribut atau simbol historis, melainkan representasi ideologi Marhaenisme, perjalanan perjuangan, dan pengabdian panjang organisasi kepada rakyat.

Oleh karena itu, siapa pun yang menggunakan dan membawa identitas GMNI, termasuk para alumni, memiliki tanggung jawab moral, ideologis, dan historis untuk menjaga kehormatan serta marwah organisasi. Kebanggaan terhadap identitas GMNI harus berjalan seiring dengan keteladanan, persatuan, dan keberpihakan kepada rakyat.

“Jangan bangga pakai logo GMNI kalau tidak menjaga marwahnya. Logo itu bukan gaya-gayaan, itu adalah amanah ideologi dan sejarah perjuangan,” tegas DPD GMNI Sumut.

DPD GMNI Sumut berharap PA GMNI menjadi rumah bersama bagi seluruh generasi alumni, sekaligus mitra strategis bagi GMNI dalam memperkuat kaderisasi dan perjuangan.

Sinergitas harus dibangun dengan saling menghormati kedudukan dan kemandirian masing-masing organisasi. Alumni memiliki pengalaman yang dapat diwariskan, sementara kader aktif memiliki tanggung jawab melanjutkan dan mengembangkan perjuangan sesuai tantangan zamannya.

Pada akhirnya, keberhasilan Konferda tidak hanya diukur dari terbentuknya kepengurusan baru, tetapi dari kemampuan kepemimpinan tersebut menghadirkan regenerasi, menjaga persatuan, dan menghasilkan kerja nyata bagi organisasi serta masyarakat.

“Sejarah GMNI tidak cukup hanya dikenang. Ia harus diwariskan melalui keteladanan, dijaga melalui tanggung jawab, dan diteruskan melalui perjuangan setiap generasi. Merdeka!” pungkasnya.(Red/R).

Penulis: GMNI Sumut, Hamdani Hasibuan, S.H.