Yusril menjelaskan, ancaman tersebut dikirim oleh pihak tak dikenal melalui pesan WhatsApp. Isi pesan itu berupa tekanan agar video kegiatan diskusi yang telah diunggah ke media sosial, seperti Instagram dan TikTok, segera dihapus.
Tak hanya sebatas ancaman, pelaku juga mengklaim mengetahui keberadaan keluarga serta aktivitas pribadi Yusril. Hal ini dinilai sebagai bentuk intimidasi serius yang mengarah pada upaya menakut-nakuti.
Meski demikian, Yusril menegaskan dirinya tidak akan mundur. Ia menyatakan tetap konsisten mendukung perjuangan Andri Yunus dalam mencari keadilan.
Menurutnya, tindakan teror tersebut merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan ruang diskusi publik yang seharusnya menjadi sarana intelektual untuk mengawal isu-isu keadilan.
Ia juga menilai, adanya intimidasi justru memperkuat dugaan bahwa terdapat pihak-pihak tertentu yang berusaha menutupi fakta di balik kasus penyiraman air keras yang kini tengah menjadi perhatian masyarakat.
“Ini bukan hanya persoalan pribadi, tetapi menyangkut keberanian dalam memperjuangkan kebenaran. Kami akan tetap berada di garis depan,” tegasnya.













