Doktor Baru FKIP Unila Ungkap Peran Musik Sriwijaya dalam Membentuk Karakter Bangsa


PERS.NEWS – Di tengah derasnya arus modernisasi, warisan budaya lokal dinilai tetap memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Gagasan tersebut menjadi benang merah disertasi yang mengantarkan Hasyimkan meraih gelar doktor di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila).

Hasyimkan dinyatakan lulus dalam Sidang Promosi Doktor yang berlangsung di Aula Gedung K FKIP Unila, Senin (15/6/2026). Ia berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Nilai Karakter Musik Lokananta Nagara Malaya Kerajaan Sriwijaya” di hadapan tim penguji.

Keberhasilan tersebut menjadikan Hasyimkan sebagai doktor ke-38 yang dilahirkan Program Doktor FKIP Unila.

Dalam penelitiannya, Hasyimkan mengkaji musik Lokananta Nagara Malaya sebagai salah satu peninggalan budaya yang berkaitan dengan peradaban Kerajaan Sriwijaya. Penelitian itu tidak hanya menyoroti aspek seni musik, tetapi juga mengungkap nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya.

Hasil kajian menunjukkan bahwa musik tradisional tersebut sarat dengan nilai religius, gotong royong, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, penghormatan terhadap tradisi, serta semangat cinta tanah air yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut Hasyimkan, nilai-nilai tersebut dapat menjadi modal penting dalam memperkuat pendidikan karakter di era saat ini yang dihadapkan pada berbagai tantangan sosial dan budaya.

Penelitian yang menggunakan pendekatan etnomusikologi dan pendidikan itu juga menawarkan konsep pelestarian budaya yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan. Melalui integrasi budaya lokal dalam pembelajaran, peserta didik diharapkan tidak hanya mengenal kesenian Nusantara, tetapi juga memahami nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.

Sidang promosi dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A. Sementara penguji eksternal, Prof. Dr. Kun Setyaning Astuti, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta, mengikuti sidang secara daring bersama jajaran penguji lainnya.

Setelah melalui proses pengujian dan pendalaman materi, tim penguji menyatakan Hasyimkan lulus dan berhak menyandang gelar doktor.

Lahirnya doktor baru dengan fokus penelitian pada warisan budaya Sriwijaya tersebut menambah kontribusi akademik FKIP Unila dalam pengembangan ilmu pendidikan sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa. (*)