Unila Kokoh sebagai PTN-BLU Terbaik Sumatra


PERS.NEWS – Upaya Universitas Lampung (Unila) memperkuat kualitas akademik, riset, dan transformasi digital mulai membuahkan hasil nyata. Dalam pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026, Unila mencatat lonjakan prestasi dengan menempati peringkat ke-16 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, peringkat ke-862 dunia, sekaligus mengukuhkan diri sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) terbaik di Pulau Sumatra.

Capaian tersebut menjadi salah satu lompatan terbesar yang diraih Unila dalam beberapa tahun terakhir. Dibandingkan pemeringkatan Januari 2026, kampus terbesar di Provinsi Lampung itu berhasil naik enam peringkat di tingkat nasional dan melesat hampir seribu posisi di tingkat dunia.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.EA., IPM., ASEAN Eng. mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil konsistensi seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya akademik yang berkualitas.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Universitas Lampung. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras hingga Unila berhasil masuk 16 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics Juli 2026,” ujar Lusmeilia, Senin, 27 Juli 2026.

Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa langkah transformasi yang dilakukan Unila berada pada jalur yang tepat. Kampus terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat publikasi ilmiah bereputasi, serta memperluas kolaborasi nasional dan internasional.

“Kami tidak cepat berpuas diri. Justru capaian ini menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Target kami berikutnya adalah membawa Unila menembus 10 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” katanya.

Peningkatan peringkat Unila didorong oleh membaiknya performa pada tiga indikator utama Webometrics.

Pada indikator visibility, yang mengukur tingkat keterjangkauan dan dampak kehadiran digital perguruan tinggi, Unila naik dari peringkat 574 menjadi 457 dunia, sekaligus masuk empat besar nasional.

Kemajuan paling signifikan terjadi pada indikator excellence, yakni penilaian terhadap kualitas publikasi ilmiah berdasarkan artikel yang masuk dalam kelompok 10 persen paling banyak disitasi di dunia. Pada aspek ini, Unila melesat dari posisi 3.705 menjadi peringkat 1.329 dunia.

Sementara itu, indikator openness, yang mengukur keterbukaan sitasi ilmiah melalui Google Scholar, juga terus menjadi fokus pembenahan agar reputasi akademik Unila semakin kuat di tingkat internasional. (*)