PERS.NEWS – Universitas Lampung (Unila) memperkuat strategi peningkatan daya saing perguruan tinggi melalui kolaborasi riset, publikasi internasional, dan pengembangan kapasitas dosen bersama Universitas Brawijaya (UB).
Penguatan kerja sama yang telah terjalin sejak 2019 itu dibahas dalam pertemuan kedua universitas pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kolaborasi diarahkan agar menghasilkan penelitian bersama, publikasi pada jurnal bereputasi, serta peningkatan pengakuan akademik di tingkat nasional dan internasional.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., menegaskan pentingnya membangun sinergi ant perguruan tinggi untuk mempercepat pengembangan institusi.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak sekadar menjadi hubungan formal antarlembaga, tetapi mampu melahirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi dosen dan mahasiswa.
“Maju bersama lebih baik daripada berjalan sendiri-sendiri. Kita ingin kerja sama ini benar-benar menghasilkan sesuatu yang bisa dirasakan, terutama untuk pengembangan akademik, penelitian, dan reputasi kedua belah pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., memaparkan strategi Universitas Brawijaya dalam membangun ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah.
UB saat ini menghasilkan sekitar 2.500 publikasi terindeks Scopus. Pencapaian tersebut ditopang upaya meningkatkan kualitas karya ilmiah, terutama publikasi pada jurnal internasional bereputasi kategori Q1 dan Q2.
Pengalaman UB tersebut membuka peluang bagi Unila untuk mengembangkan kolaborasi penelitian sekaligus meningkatkan kemampuan dosen dalam menghasilkan publikasi berkualitas.
Sejumlah program yang dibahas meliputi joint research, pendampingan penulisan artikel ilmiah, pembimbingan mahasiswa doktoral lintas perguruan tinggi, serta pertukaran dosen melalui program visiting professor dan visiting lecturer.
Kepala UPT Global Partnership & Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, S.T.P., M.Si., Ph.D., menjelaskan implementasi kerja sama dapat dilakukan melalui program RKI, penelitian bersama, dan pertukaran dosen.
Melalui program tersebut, dosen Unila berpeluang berkolaborasi langsung dengan peneliti UB, mengembangkan gagasan penelitian, hingga menghasilkan artikel ilmiah bersama. UB juga menawarkan peluang dukungan pembiayaan publikasi sesuai ketentuan program.
Selain riset dan publikasi, kedua perguruan tinggi membahas penguatan jejaring akademik untuk meningkatkan reputasi institusi, termasuk melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan akademik berskala nasional dan internasional.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pimpinan kedua universitas, para wakil dekan bidang akademik dan kerja sama, Ketua Tim QS WUR dan THE WUR Unila, serta perwakilan fakultas dan unit kerja di lingkungan Unila dan UB. (*)













