MEDAN | PERS.NEWS —Lamsiang Sitompul, SH, MH, kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB) dalam Musyawarah Besar (Mubes) I yang digelar di Deli Room, Hotel Danau Toba Internasional (HDTI), Kota Medan, Jumat (23/10/2026).
Keputusan tersebut ditetapkan melalui rapat pleno yang berlangsung dalam rangkaian Mubes I HBB. Terpilihnya kembali Lamsiang menegaskan kepercayaan peserta musyawarah untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi pada periode mendatang.
Mubes nasional tersebut tidak hanya menjadi forum penetapan kepemimpinan, tetapi juga membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, penyusunan program kerja, serta penguatan struktur organisasi untuk lima tahun ke depan.
Dalam pembukaan Mubes, Lamsiang Sitompul memukul gong sebagai tanda dimulainya kegiatan. Sebelum membuka musyawarah, ia mengajak seluruh pengurus dan peserta untuk memberikan kontribusi nyata dalam mengangkat harkat dan martabat Bangso Batak melalui organisasi HBB.
“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan di Mubes ini kapan lagi, dan sekarang saatnya kita berharap bahwa HBB menjadi yang terbesar,” kata Lamsiang, yang disambut tepuk tangan peserta.
Mubes I HBB diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Horas Bangso Batak. Kegiatan tersebut dihadiri pengurus dari berbagai daerah Indonesia Maupun Luar Negeri termasuk, Medan , Palembang, Jambi, Riau, Tapanuli Selatan, Siantar, Karo, Padang Lawas, Mandailing Natal, Lahat, Paluta, Deli Serdang, serta Siak Pekanbaru. Perwakilan HBB dari California juga turut hadir.
Kehadiran pengurus dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan keterlibatan unsur organisasi dalam forum nasional yang membahas keberlanjutan kepemimpinan dan arah gerak HBB. Musyawarah ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, menyatukan pandangan, serta membangun konsolidasi antarpengurus.
Tomson Marisi Parapat: Mubes Bukan Sekadar Menentukan Pemimpin
Ketua Panitia Mubes, Tomson Marisi Parapat, SH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut selama enam bulan. Menurutnya, Mubes menjadi kesempatan penting bagi HBB untuk merumuskan program besar organisasi untuk lima tahun mendatang.
Ia menegaskan bahwa esensi musyawarah tidak semata-mata berkaitan dengan siapa yang akan menduduki posisi kepemimpinan, melainkan juga menyangkut komitmen pengabdian dan tanggung jawab dalam menjaga marwah organisasi.
“Hari ini bukan tentang siapa yang akan menjadi pemimpin, tetapi tentang siapa yang akan mengabdi dan siapa yang siap membawa marwah, mengangkat harkat dan martabat Bangso Batak,” ujar Tomson.
Tomson juga mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga persaudaraan di tengah kemungkinan perbedaan pandangan selama musyawarah berlangsung. Ia berharap Mubes I menjadi titik kebangkitan HBB, sekaligus mendorong organisasi tersebut berkembang lebih luas, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Menurutnya, kebersamaan dan kesediaan untuk mengedepankan kepentingan organisasi merupakan bagian penting dalam membangun HBB yang semakin kuat. Karena itu, hasil musyawarah diharapkan dapat menjadi landasan bersama dalam menjalankan program kerja dan memperkuat peran organisasi pada periode berikutnya.
Jenius Lumban Tobing Tekankan Semangat Membela yang Tertindas
Penasihat HBB, dr. Jenius Lumban Tobing, dalam sambutannya menyoroti nilai-nilai yang menjadi alasan dirinya bergabung dengan organisasi tersebut. Ia menyebut visi untuk membela kebenaran dan rakyat yang tertindas sebagai salah satu hal yang mendorong keterlibatannya di HBB.
Jenius menegaskan bahwa HBB harus menjadi wadah persatuan yang tidak membedakan latar belakang suku, agama, maupun ras. Menurutnya, semangat membela masyarakat yang tertindas harus menjadi bagian penting dari komitmen organisasi.
“Kita tidak diskriminasi, tidak memandang suku, tidak memandang agama. Yang penting kita membela yang tertindas. Inilah wadah kita untuk bersatu,” tuturnya.
Pesan tersebut menempatkan persatuan dan sikap tidak diskriminatif sebagai nilai yang perlu dijaga dalam perjalanan organisasi. Dengan demikian, HBB diharapkan dapat terus membangun kebersamaan di antara anggotanya sekaligus menjalankan peran sosial sesuai visi yang disampaikan dalam forum musyawarah.
Mubes Bahas AD/ART, Program Kerja, dan Struktur Organisasi
Selain membahas kepemimpinan, agenda Mubes I HBB mencakup penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya dan pembahasan sejumlah materi organisasi.
Sidang musyawarah dipimpin Ucok Lumbangaol, dengan dukungan Ridho Pandiangan, Desmon Simanjuntak, Donal Lubis, dan Poltak Tampubolon.
Untuk membahas materi secara lebih terarah, peserta dibagi ke dalam sejumlah komisi dan kelompok kerja. Komisi A yang membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) diketuai Andre Sitompul.
Sementara itu, Komisi B yang membahas program kerja diketuai Dr. Niko Sitompul, sedangkan Komisi C yang membidangi struktur organisasi diketuai Deminar Nababan. Adapun tim kelompok kerja (Pokja) yang membahas tata cara pemilihan diketuai Thomas Tarigan.
Pembagian komisi tersebut menjadi bagian dari proses pembahasan internal untuk merumuskan berbagai aspek penting organisasi. Pembahasan AD/ART berkaitan dengan landasan dan aturan organisasi, sementara program kerja serta struktur kepengurusan menjadi bagian dari upaya menentukan arah pelaksanaan kegiatan pada periode mendatang.
Melalui forum tersebut, HBB memiliki ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan kepengurusan sebelumnya sekaligus membahas kebutuhan organisasi ke depan. Hasil pembahasan diharapkan menjadi pedoman bagi pengurus dalam menjalankan amanah dan mengembangkan organisasi secara berkelanjutan.
Perkuat Konsolidasi dan Peran Organisasi
Kembali terpilihnya Lamsiang Sitompul secara aklamasi menjadi salah satu keputusan utama dalam Mubes I HBB. Setelah penetapan tersebut, pataka organisasi diserahkan kepada Lamsiang sebagai simbol amanah dan tanggung jawab kepemimpinan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pidato dan arahan ketua umum terpilih. Momentum tersebut menjadi bagian dari proses konsolidasi internal untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memperkuat koordinasi antara pengurus pusat dan daerah.
Dengan kepemimpinan yang kembali dipercayakan kepada Lamsiang, HBB diharapkan mampu menjaga persatuan antarpengurus, memperkuat soliditas organisasi, serta meningkatkan kontribusi di tengah masyarakat.
Di sisi lain, pembahasan program kerja untuk lima tahun mendatang menjadi agenda penting yang perlu diterjemahkan ke dalam langkah-langkah organisasi yang terarah. Keselarasan antara keputusan musyawarah, struktur kepengurusan, dan pelaksanaan program akan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan organisasi.
Mubes I HBB di Medan pun menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai unsur organisasi dalam menentukan kepemimpinan dan membahas arah gerak ke depan. Dengan berakhirnya rangkaian musyawarah, HBB diharapkan dapat melanjutkan konsolidasi serta memperluas peran organisasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, sesuai visi dan tujuan yang diperjuangkan bersama.(Red)













