PERS.NEWS – Universitas Lampung (Unila) mulai mengarahkan transformasi sistem pembelajaran melalui penerapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026 yang menekankan perubahan mendasar pada kurikulum dan pengalaman belajar mahasiswa.
Melalui sosialisasi yang digelar dengan mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, kampus ini mendorong pergeseran pola pendidikan dari berbasis teori ke praktik nyata yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Suripto Dwi Yuwono, menegaskan bahwa IKU 2026 menuntut perguruan tinggi menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berdampak langsung.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di kelas, tetapi harus memiliki pengalaman nyata di luar kampus sebagai bagian dari proses pembelajaran,” ujarnya.
Dalam implementasinya, Unila mendorong peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam program magang, riset kolaboratif, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadi bagian dari indikator utama dalam menilai keberhasilan pembelajaran.
Selain itu, kurikulum di setiap program studi akan diarahkan lebih fleksibel dan adaptif, dengan membuka ruang kolaborasi lintas disiplin serta kemitraan dengan dunia usaha dan industri.
Forum diskusi dalam kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan tracer study untuk mengukur relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Data tersebut dinilai krusial sebagai dasar evaluasi dan perbaikan sistem pembelajaran.
Tak hanya mahasiswa, peran dosen juga menjadi perhatian. IKU 2026 mendorong dosen lebih aktif dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas serta terlibat dalam kegiatan yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan pendekatan ini, Unila menargetkan terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis, adaptif, dan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia nyata. (*)













