PERS.NEWS – Pascasarjana Universitas Lampung (Unila) memanfaatkan momentum Ramadan 1447 Hijriah untuk memperkuat integritas sivitas akademika melalui kegiatan Safari Ramadan yang digelar di lobby Gedung Pascasarjana, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar agenda keagamaan rutin. Pimpinan kampus menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai ruang refleksi untuk membangun karakter akademik yang jujur, beretika, dan bertanggung jawab.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Suripto Dwi Yuwono, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Ayi Ahadiat, Direktur Pascasarjana Murhadi, serta Ketua Senat Herpratiwi bersama jajaran pimpinan fakultas dan unit kerja.
Direktur Pascasarjana, Murhadi, mengungkapkan bahwa perkembangan program pascasarjana Unila menunjukkan tren positif, baik dari sisi jumlah program studi maupun mahasiswa. Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh elemen kampus dalam menjaga mutu pendidikan.
“Pertumbuhan ini harus diimbangi dengan penguatan integritas dan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Senada, Wakil Rektor Ayi Ahadiat menegaskan bahwa Safari Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai-nilai spiritual yang berdampak langsung pada budaya akademik.
Menurutnya, penguatan spiritual tidak hanya berhenti pada aspek ibadah, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku profesional, kejujuran ilmiah, serta semangat kebersamaan di lingkungan kampus.
“Ramadan menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah sekaligus meneguhkan komitmen kita terhadap integritas dalam dunia akademik,” katanya.
Sementara itu, tausiah yang disampaikan M. Yahya menekankan bahwa puasa memiliki dimensi pembentukan karakter yang kuat. Ia mengingatkan bahwa esensi Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih pengendalian diri dan meningkatkan ketakwaan.
“Tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Indikatornya terlihat dari perubahan sikap dan perilaku sehari-hari,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Ramadan harus dimaknai sebagai proses pembiasaan yang berkelanjutan, sehingga nilai-nilai yang terbentuk selama bulan suci dapat terus diterapkan setelahnya.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana Unila berharap lahir sivitas akademika yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat sebagai fondasi dalam berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. (*)













