STABEK Unila Soroti Ketimpangan Manfaat Pertumbuhan Ekonomi


PERS.NEWS – Mendorong pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dengan meningkatkan investasi dan produksi. Pemerataan manfaat pembangunan, penguatan UMKM, serta peningkatan nilai tambah komoditas daerah menjadi pekerjaan penting untuk memperluas kesejahteraan dan menekan kemiskinan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) dalam Seminar Teknologi, Akuntansi, Bisnis, Ekonomi dan Komunitas (STABEK) ke-9 Tahun 2026 di Hotel Golden Tulip Springhill Lampung, Kamis, 22 Oktober 2026.

Mengangkat tema hilirisasi, digitalisasi, dan penguatan UMKM sebagai strategi pengentasan kemiskinan di tengah krisis global, seminar ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha untuk membahas arah pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng, mengatakan hilirisasi, digitalisasi, dan penguatan UMKM harus berjalan beriringan agar pertumbuhan ekonomi memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Hilirisasi menciptakan nilai tambah, digitalisasi meningkatkan daya saing, dan penguatan UMKM memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan, hilirisasi menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Sementara digitalisasi dapat membantu pelaku usaha memperluas pemasaran dan meningkatkan efisiensi operasional.

Namun, pengembangan UMKM juga membutuhkan dukungan nyata, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, pendampingan usaha, hingga inovasi produk.

Menurut Lusmeilia, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha melalui penelitian yang aplikatif. Karena itu, Unila mendorong penguatan riset terapan, hilirisasi hasil penelitian, dan pendampingan UMKM sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Di tempat yang sama, Dekan FEB Unila sekaligus Ketua Panitia STABEK ke-9, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus dilihat dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya.

Ia menyoroti pentingnya memastikan petani, pelaku usaha, dan daerah penghasil komoditas memperoleh manfaat dari proses pembangunan ekonomi.

Digitalisasi, menurut Nairobi, perlu dimanfaatkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas, mengurangi biaya usaha, dan meningkatkan pendapatan. Agar upaya tersebut berkelanjutan, pelaku UMKM juga membutuhkan kepastian pasar, pendampingan yang memadai, kemitraan yang adil, serta regulasi yang mendukung pertumbuhan usaha.

STABEK ke-9 diikuti 238 peserta dari 32 institusi. Forum ini diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan dan rekomendasi kebijakan berbasis penelitian untuk menjawab tantangan ekonomi, khususnya terkait penguatan UMKM dan pengentasan kemiskinan.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas RI Pungkas Bahjuri Ali, serta Fiskara Indrawan dari Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung.

Hadir pula Ketua Umum DPD HIPMI Provinsi Lampung Heri Andrian, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, S.E., M.M, dan narasumber dari Unila Igo Febrianto, bersama pimpinan perguruan tinggi, dosen, peneliti, mahasiswa, serta peserta dari berbagai institusi. (*)