Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi berkembangnya isu sensitif yang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, termasuk rasa tidak aman yang dirasakan sebagian pedagang daging babi di Kota Medan.
Menurut Idris, aparat keamanan perlu memastikan seluruh warga dapat menjalankan aktivitas tanpa tekanan maupun intimidasi. Karena itu, ia meminta Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan untuk bertindak cepat dan profesional dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Kapolrestabes Medan harus memastikan situasi tetap kondusif. Tidak boleh ada warga yang merasa terancam karena perbedaan keyakinan atau jenis usaha yang dijalankan. Negara wajib hadir menjamin rasa aman bagi semua,” ujar Idris.
Ia juga mendorong aparat kepolisian untuk menindak tegas pihak-pihak yang terbukti mencoba memanfaatkan isu SARA demi kepentingan tertentu. Menurutnya, pembiaran terhadap provokasi berpotensi memperbesar konflik dan merusak tatanan sosial yang selama ini terjaga di Kota Medan.
“Medan dibangun di atas keberagaman. Jangan sampai ada oknum yang memecah belah persaudaraan di kota ini. Aparat harus responsif dan transparan dalam menangani isu yang berkembang,” katanya.
Idris menegaskan bahwa menjaga harmoni sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta tetap mengedepankan semangat toleransi sebagai fondasi kehidupan bersama di Kota Medan.
“Kita ingin Medan tetap dikenal sebagai kota yang damai dan inklusif. Jangan biarkan isu yang berkembang merusak persatuan yang telah lama terbangun,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Calvijn Simanjuntak, sebelumnya juga menegaskan bahwa pihak kepolisian siap menjamin keamanan masyarakat serta menindak tegas siapa pun yang mencoba mengganggu stabilitas dan ketenteraman di Kota Medan.
Kalau mau, saya bisa buatkan versi yang lebih kuat sebagai berita organisasi (press statement style) — biasanya dipakai media ketika sumbernya berasal dari lembaga mahasiswa atau organisasi kepemudaan.
Berikut penutup berita yang menempatkan kembali pernyataan Muhammad Idris Sarumpaet sebagai bagian akhir narasi:
Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Calvijn Simanjuntak, sebelumnya juga menegaskan bahwa pihak kepolisian siap menjamin keamanan masyarakat serta menindak tegas siapa pun yang mencoba mengganggu stabilitas dan ketenteraman di Kota Medan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara, Muhammad Idris Sarumpaet, SH, MH, berharap aparat kepolisian dapat terus menjaga situasi tetap kondusif serta memastikan seluruh masyarakat merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan di Kota Medan.
“Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog serta toleransi. Kota Medan adalah rumah bersama yang dibangun di atas keberagaman, sehingga harmoni yang sudah terjaga harus terus kita pertahankan,” ujar Idris.
Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara Minta Kapolrestabes Medan Pastikan Rasa Aman dan Jaga Harmoni Kota Majemuk
Medan — Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara melalui ketuanya, Muhammad Idris Sarumpaet, SH, MH, menyerukan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Medan. Ia menegaskan bahwa sebagai kota yang majemuk, Medan tidak boleh terpecah oleh isu-isu bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang berpotensi memicu konflik horizontal.
Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi berkembangnya isu sensitif yang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, termasuk rasa tidak aman yang dirasakan sebagian pedagang daging babi. Menurut Idris, kondisi tersebut perlu segera disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan ketegangan sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Medan.
Ia meminta Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan untuk bertindak cepat dan profesional dalam memastikan situasi tetap kondusif, sehingga seluruh warga dapat menjalankan aktivitas tanpa tekanan maupun intimidasi.
“Kapolrestabes Medan harus memastikan situasi tetap kondusif. Tidak boleh ada warga yang merasa terancam karena perbedaan keyakinan atau jenis usaha yang dijalankan. Negara wajib hadir menjamin rasa aman bagi semua,” ujar Idris.
Selain itu, ia juga mendorong aparat kepolisian untuk menindak tegas pihak-pihak yang terbukti mencoba memanfaatkan isu SARA demi kepentingan tertentu. Menurutnya, pembiaran terhadap provokasi hanya akan memperbesar potensi konflik dan merusak tatanan sosial yang selama ini terjaga.
“Medan dibangun di atas keberagaman. Jangan sampai ada oknum yang memecah belah persaudaraan di kota ini. Aparat harus responsif dan transparan dalam menangani isu yang berkembang,” lanjutnya.
Idris menegaskan bahwa menjaga harmoni sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta tetap mengedepankan semangat toleransi sebagai fondasi kehidupan bersama di Kota Medan.
“Kita ingin Medan tetap dikenal sebagai kota yang damai dan inklusif. Jangan biarkan isu yang berkembang merusak persatuan yang telah lama terbangun,” katanya.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Calvijn Simanjuntak, sebelumnya juga menegaskan bahwa pihak kepolisian siap menjamin keamanan masyarakat serta menindak tegas siapa pun yang mencoba mengganggu stabilitas dan ketenteraman di Kota Medan.
Menanggapi komitmen tersebut, Idris berharap aparat kepolisian terus menjaga situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus memastikan seluruh masyarakat merasa terlindungi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar.
“Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog serta toleransi. Kota Medan adalah rumah bersama yang dibangun di atas keberagaman, sehingga harmoni yang sudah terjaga harus terus kita pertahankan,” pungkasnya.(Red)













