PERS.NEWS – Universitas Lampung (Unila) menilai ekspor tepung tapioka Lampung ke pasar internasional menjadi momentum penting untuk memperkuat riset pertanian di daerah.
Hal itu terlihat dari kehadiran Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., dalam seremoni pelepasan ekspor tepung tapioka di Pelabuhan Panjang Pelindo, Selasa, 5 Mei 2026.
Ekspor tersebut menandai pengiriman tepung tapioka asal Lampung ke Xiamen, Tiongkok.
Bagi Unila, capaian ini menunjukkan komoditas singkong Lampung memiliki peluang besar di pasar global. Karena itu, dukungan riset dan inovasi dinilai penting agar produktivitas petani terus meningkat.
Melalui Fakultas Pertanian, Unila selama ini terus mengembangkan penelitian untuk mendukung sektor pertanian, khususnya pada komoditas singkong.
Fokus penelitian diarahkan pada pengembangan mesin tanam dan mesin panen singkong agar proses budidaya lebih efisien dan hasil produksi petani meningkat.
Gubernur Lampung dalam sambutannya mengatakan pelepasan ekspor ini menjadi langkah strategis bagi perekonomian daerah. Tepung tapioka, menurutnya, kini dibutuhkan berbagai sektor industri seperti makanan, farmasi, dan tekstil.
Saat ini, tepung tapioka Indonesia telah masuk ke sejumlah negara seperti Tiongkok, Filipina, Selandia Baru, dan Taiwan. Lampung tercatat sebagai daerah penyumbang ekspor terbesar.
Unila menilai keberhasilan ekspor ini perlu diikuti penguatan teknologi pertanian agar Lampung tetap mampu menjaga pasokan bahan baku dan daya saing di pasar internasional. (*)













