PERS.NEWS – Pelajar dari sejumlah kabupaten/kota di Lampung bertemu di SMP Negeri 17 Bandar Lampung. Sekitar 600 siswa SMP dan SMA/SMK ambil bagian dalam Ekshibisi Prestasi Palang Merah Remaja (PMR) yang digelar 29-30 Agustus 2026.
Mereka datang bukan hanya untuk membawa pulang piala. Setiap tim harus menunjukkan kemampuan, kecepatan dan kekompakan dalam berbagai lomba PMR, termasuk lomba tandu yang menjadi salah satu tantangan dalam kegiatan tersebut.
Persaingan pun semakin bergengsi karena Piala Bergilir Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menjadi salah satu penghargaan yang diperebutkan.
Komandan Kodim (Dandim) 0410/Kota Bandar Lampung Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., yang mewakili Wali Kota Bandar Lampung, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelajar untuk belajar tentang kepedulian dan kemanusiaan melalui pengalaman langsung.
“PMR mengajarkan anak-anak bukan hanya untuk berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian kepada orang lain. Kemampuan menolong sesama harus ditanamkan sejak dini,” ujar Roni, saat pembukaan kegiatan, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Ia menilai kompetisi tersebut juga melatih pelajar menghadapi situasi yang membutuhkan ketenangan dan kerja sama.
“Ketika menghadapi kondisi darurat, tidak cukup hanya cepat. Harus tepat dan kompak. Nilai itulah yang saya harapkan tumbuh dari kegiatan ini,” katanya.
Roni mengajak para peserta menjadikan kompetisi tersebut sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas persahabatan.
“Jaga sportivitas. Piala adalah penghargaan, tetapi ilmu dan pengalaman yang diperoleh akan jauh lebih berguna untuk masa depan,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung Abdul Khanif, M.Pd., yang mewakili Plt Kepala Disdikbud Dr. M. Nur Ramdhan, M.Acc., Akt., CGAE., CA., ACPA., mengatakan kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas.
“Anak-anak belajar tidak hanya melalui buku. Mereka juga belajar ketika bekerja sama, menghadapi tantangan dan membantu orang lain. PMR menjadi salah satu ruang untuk itu,” ujar Abdul Khanif.
Ia berharap sekolah terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minat melalui kegiatan positif.
“Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan. Harapannya semakin banyak sekolah yang ikut dan semakin banyak anak yang mendapatkan pengalaman positif,” katanya.
Diketahui pada pembukaan kegiatan, turut dihadiri perwakilan Kodam XXI/Radin Inten, Polresta Bandar Lampung, Dandenpom Lampung, Kapolsek Telukbetung Utara, PMI Provinsi Lampung dan PMI Kota Bandar Lampung, Camat Telukbetung Utara, Lurah Gulak Galik serta masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala SMPN 17 Bandar Lampung Jondri Haryadi mengatakan peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai wilayah di Lampung.
“Jumlah peserta sekitar 600 pelajar SMP dan SMA/SMK. Ada dari Lampung Utara, Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Pringsewu dan tentunya dari Kota Bandar Lampung,” ujar Jondri.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah membuat kegiatan semakin semarak sekaligus membuka kesempatan bagi pelajar untuk saling mengenal.
Salah satu lomba yang diikuti peserta adalah lomba tandu PMR. Setiap tim harus mampu melakukan simulasi pemindahan korban dengan memperhatikan kekompakan, kecepatan dan ketepatan.
“Di sini mereka belajar bahwa pertolongan tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja tim dan pembagian tugas yang jelas,” kata Jondri.
Ia mengatakan pihaknya ingin Ekshibisi Prestasi PMR tidak hanya menjadi agenda kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi pelajar.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman dan membawa pulang semangat untuk terus aktif di PMR di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Selain Piala Bergilir Wali Kota Bandar Lampung, seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka dalam kegiatan.
Terpisah, Mulyadi Syukri, warga yang menyaksikan langsung kegiatan tersebut, mengaku tertarik melihat antusiasme para peserta.
“Bagus karena anak-anak dari berbagai daerah bisa bertemu dan berkompetisi dalam kegiatan yang positif. Mereka juga belajar keterampilan yang suatu saat bisa berguna ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan,” ujar Mulyadi.
Ia yang juga mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud, itu berharap kegiatan tersebut terus digelar dengan cakupan peserta yang semakin luas.
“Kalau kegiatan seperti ini sering dilakukan, anak-anak punya lebih banyak ruang untuk berprestasi sekaligus belajar peduli kepada sesama,” katanya. (**)













