PERS.NEWS – Kemampuan memimpin tidak selalu dimulai dari jabatan. Bagi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Prof. Dr. Anggito Abimanyu, kepemimpinan justru harus dimulai dari kemampuan seseorang mengendalikan dan mengarahkan dirinya sendiri.
Pesan itu disampaikan Anggito saat memberikan kuliah umum bertema “Self-Leadership dalam Ekonomi dan Bisnis” di Gedung Serba Guna Universitas Lampung (Unila), Jumat, 4 September 2026.
Di hadapan mahasiswa, Anggito menegaskan keberhasilan akademik bukan satu-satunya bekal menuju kesuksesan. Mahasiswa juga perlu aktif mencari pengalaman dan mengembangkan kemampuan di luar kelas.
“Anda ingin sukses studi dan karir? Betul ya. Studi dan karir yang tidak hanya di kelas, tapi juga di luar kelas,” kata Anggito.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kemampuan kepemimpinan, termasuk ketika harus menentukan pilihan dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.
Anggito memperkenalkan konsep self-leadership dari Charles Manz dengan sejumlah nilai dasar yang perlu dimiliki seseorang. Nilai tersebut meliputi kejujuran, kepedulian, kesadaran, motivasi, pantang menyerah, santun, kerja keras, dan keberanian.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terbiasa mengambil keputusan hanya berdasarkan perasaan atau kepentingan subjektif. Seorang pemimpin harus mampu memberikan alasan yang logis atas setiap keputusan yang dibuat.
Untuk membangun suasana interaktif, Anggito mengajak mahasiswa melakukan ice breaking dan bernyanyi bersama. Ia juga memberikan hadiah kepada mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan.
Menurut Anggito, aktivitas tersebut bukan sekadar mencairkan suasana, tetapi menjadi bagian dari latihan untuk mengasah kemampuan, pengambilan keputusan, dan keahlian yang dibutuhkan dalam kepemimpinan.
Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM, ASEAN Eng., mengatakan pembahasan mengenai self-leadership relevan dengan kondisi yang dihadapi mahasiswa saat ini.
Perubahan teknologi yang berlangsung cepat serta ketidakpastian ekonomi global, kata Lusmeilia, menuntut generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kapasitas personal yang kuat.
“Transformasi digital dan volatilitas ekonomi global menuntut tidak hanya penguasaan teknis, tetapi juga keandalan kapasitas personal atau self-governance,” ujar Lusmeilia.
Ia menilai seseorang perlu mampu memimpin dirinya sebelum memperoleh kepercayaan untuk memimpin organisasi ataupun terlibat dalam pengambilan kebijakan publik.
Kuliah umum tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., Ketua Badan Supervisi LPS Dr. Ir. Suhaji Lestiadi, M.Sc., anggota Badan Supervisi LPS, jajaran pimpinan Unila, serta peserta kuliah umum. (*)













