Unila Gandeng OJK dan BSI, Bangun Budaya Cerdas Finansial di Kalangan Mahasiswa


PERS.NEWS – Universitas Lampung (Unila) memperkuat perannya dalam membangun generasi muda yang adaptif menghadapi tantangan ekonomi digital. Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk, Unila menggelar Seminar Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Aula K FKIP Unila, Selasa, 4 Agustus 2026.

Seminar bertema Langkah Emas Generasi Cerdas Finansial di Era Digital, Terhindar dari Aktivitas Keuangan Ilegal” itu menjadi momentum memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya literasi keuangan sebagai bekal menghadapi perubahan pola transaksi dan perkembangan industri keuangan berbasis digital.

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., mengatakan peningkatan literasi keuangan tidak lagi menjadi kebutuhan tambahan, melainkan kompetensi dasar yang harus dimiliki mahasiswa di era transformasi digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, berinvestasi, hingga mengakses layanan keuangan. Namun, perubahan tersebut juga diikuti meningkatnya ancaman kejahatan finansial yang menyasar masyarakat, khususnya generasi muda.

“Mahasiswa harus memiliki kemampuan memilah informasi, memahami produk keuangan yang legal, serta mampu mengambil keputusan finansial secara bijaksana. Itulah bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kecakapan hidup yang mendukung kemandirian setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy, Area Manager Lampung PT BSI Tbk Luthvy Indaka, VP Corporate Stakeholder Management PT BSI Tbk Greget Kala Buana, serta VP Personal & Retail Institution PT BSI Tbk Harsaid Yusuf Bakhtiar.

Para peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan syariah, pentingnya memilih lembaga keuangan yang memiliki izin resmi, hingga mengenali berbagai modus penipuan digital seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi daring, dan pencurian data pribadi.

Rektor berharap kerja sama antara Unila, OJK, dan BSI terus berkembang dalam berbagai bidang lain, mulai dari penguatan riset, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi mahasiswa, hingga program magang yang mampu memperkaya pengalaman mahasiswa di dunia industri.

Melalui kolaborasi tersebut, Unila optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya berdaya saing di dunia kerja, tetapi juga memiliki kesadaran finansial yang kuat, sehingga mampu menjadi agen edukasi keuangan di tengah masyarakat. (*)