MEDAN|PERS.NEWS-M Budi Rifai terpilih sebagai Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kota Medan periode 2026–2027 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) SEMMI Kota Medan yang berlangsung pada 4–5 Oktober 2026 di Aula Kesbangpol Sumatera Utara.
Muscab tersebut mengangkat tema “Regenerasi Kepemimpinan dan Konsolidasi Gerakan SEMMI Kota Medan dalam Mewujudkan Organisasi yang Progresif, Intelektual, dan Berintegritas.”
Terpilihnya M Budi Rifai menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di tubuh SEMMI Kota Medan. Kepengurusan baru akan membawa organisasi memasuki periode berikutnya dengan sejumlah agenda, terutama dalam penguatan kaderisasi dan konsolidasi internal.
Budi mengatakan, amanah sebagai ketua merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama seluruh kader.
“Saya melihat ini sebagai amanah bersama. Ketua tidak mungkin bekerja sendiri. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kader, memperkuat komunikasi dan bekerja bersama untuk menjalankan arah organisasi,” ujar M Budi Rifai.
Menurut Budi, kaderisasi menjadi salah satu perhatian utama dalam kepengurusan periode 2026–2027. Ia ingin SEMMI menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan dan membangun kepedulian terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat.
Selain kaderisasi, ia menilai konsolidasi internal perlu diperkuat agar komunikasi antar-kader berjalan dengan baik. Dengan konsolidasi yang kuat, organisasi diharapkan mampu mengambil sikap secara lebih terukur terhadap berbagai persoalan yang berkembang.
“Kita ingin SEMMI hadir ketika ada persoalan yang menyangkut masyarakat. Kita harus mampu membaca persoalan, mengkajinya dengan baik, kemudian menyampaikan sikap. Gerakan mahasiswa harus punya dasar dan keberpihakan yang jelas,” katanya.
Ke depan, kepengurusan SEMMI Kota Medan periode 2026–2027 akan menghadapi tantangan untuk menerjemahkan hasil Muscab ke dalam kerja organisasi. Penguatan kader, konsolidasi internal serta keterlibatan dalam berbagai persoalan sosial dan kemahasiswaan menjadi bagian dari arah yang akan dibangun.
Bagi Budi, terpilihnya dirinya sebagai ketua bukan akhir dari proses Muscab, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menjalankan amanah organisasi.
“Yang terpenting setelah Muscab adalah kerja. Apa yang sudah dibicarakan dalam forum harus bisa kita bawa ke dalam program dan gerakan yang nyata,” tutupnya.













