Ekonomi Tertekan, FEB Unila Dorong Riset Kampus Menjawab Persoalan Kemiskinan


PERS.NEWS – Ketika tekanan ekonomi dan ketidakpastian global terus membayangi, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi ikut menawarkan jawaban atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) merespons tantangan tersebut dengan mengangkat hilirisasi, digitalisasi dan penguatan UMKM sebagai strategi untuk menekan kemiskinan.

Ketiga isu itu akan menjadi fokus Seminar Teknologi, Akuntansi, Bisnis, Ekonomi, dan Komunitas (STABEK) 9 yang digelar 22 Oktober 2026 di Golden Tulip Springhill Lampung secara hybrid.

Dekan FEB Unila Prof. Nairobi mengatakan tema yang diangkat tidak lepas dari tantangan pembangunan saat ini. Transformasi digital dan penguatan sektor usaha dinilai perlu diarahkan agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Bagi FEB Unila, forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan hasil riset akademik dengan kebutuhan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

Bukan Hanya Bicara UMKM

Ketua Pelaksana STABEK 9 Aryan Danil Mirza mengatakan pembahasan tidak akan berhenti pada isu UMKM.

Ada delapan bidang utama yang akan dibedah, yakni ekonomi pembangunan dan pengentasan kemiskinan; inflasi dan stabilitas harga; manajemen bisnis dan kepemimpinan; kewirausahaan dan UMKM; bisnis digital dan e-commerce; akuntansi, keuangan dan perpajakan; sektor publik, lingkungan dan komunitas; serta teknologi, inovasi dan transformasi digital.

“Forum ini diharapkan dapat mempertemukan hasil penelitian dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan dunia usaha,” ujar Aryan.

STABEK 9 akan menghadirkan pembicara dari pemerintah, perbankan, dunia usaha dan akademisi.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas RI Pungkas Bahjuri Ali dijadwalkan menjadi keynote speaker.

Sementara narasumber yang dijadwalkan hadir yakni Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto, Ketua Umum DPD HIPPI Provinsi Lampung Heri Andrian, dan akademisi Universitas Lampung Igo Febrianto.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dijadwalkan memberikan opening speech.

Tak Berhenti di Kampus

Selain forum diskusi, STABEK 9 membuka ruang bagi akademisi dan peneliti untuk membawa hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat ke ruang publik.

Peserta dapat mempresentasikan hasil riset dan memiliki kesempatan publikasi melalui prosiding seminar, jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional sesuai ketentuan dan proses seleksi.

Sektor UMKM menjadi salah satu perhatian karena berkaitan langsung dengan penguatan ekonomi masyarakat. Kapasitas usaha, pemanfaatan teknologi digital, literasi keuangan dan akses pasar menjadi persoalan yang akan dikaji.

Pendaftaran early bird dibuka hingga 12 Oktober 2026. Sementara batas pendaftaran dan pengiriman abstrak ditetapkan pada 15 Oktober 2026.

Seminar dapat diikuti secara luring maupun daring.

Melalui STABEK 9, FEB Unila mendorong riset dan gagasan akademik tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi dapat menjadi masukan bagi kebijakan dan solusi atas persoalan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional. (*)